1. **Kecap Asin Hitam (Koikuchi Shoyu)**
* **Karakteristik:** Ini adalah kecap asin yang paling umum dan banyak digunakan di Jepang, mencakup lebih dari 80% produksi negara tersebut. Kecap ini memiliki warna cokelat kemerahan yang pekat dan dibuat dari campuran kedelai dan gandum dengan perbandingan yang sama. Kecap ini memiliki rasa asin dan umami yang seimbang serta aroma yang kaya.
* **Kegunaan:** Bumbu serbaguna yang cocok untuk semua aspek masakan sehari-hari, seperti menumis, merebus, memarinasi, dan saus celup.
2. **Kecap Asin Encer (Usukuchi Shoyu)**
* **Karakteristik:** Terutama diproduksi di wilayah Kansai Jepang (seperti Kyoto dan Osaka). Warnanya lebih terang daripada kecap asin hitam, tampak seperti kuning pucat, tetapi dengan kandungan garam yang lebih tinggi. Rasanya relatif ringan.
* **Kegunaan:** Terutama digunakan dalam masakan yang penting untuk mempertahankan warna asli bahan-bahannya, seperti sup bening, sup miso putih, dan tamagoyaki (omelet gulung Jepang), untuk mencegah makanan menjadi gelap.
3. Tamari Shoyu
* Karakteristik: Ini berasal dari cairan yang secara alami mengalir dari dasar wadah miso selama proses produksi. Memiliki warna gelap dan kental, rasa yang kaya dan penuh, serta aroma yang kuat. Tamari tradisional hampir tidak mengandung gandum, tetapi versi berbahan dasar gandum kini tersedia.
* Kegunaan: Ideal digunakan sebagai saus celup untuk sashimi dan sushi, atau untuk membuat saus yang lezat seperti saus teriyaki.
4. Saishikomi / Kanro Shoyu
* Karakteristik: Juga dikenal sebagai “Kanro Shoyu,” ini adalah kecap kedelai premium. Proses pembuatannya membutuhkan banyak tenaga, yaitu fermentasi sekunder kecap kedelai jadi alih-alih air garam, sehingga menghasilkan rasa, aroma, dan warna yang sangat kaya, dengan rasa manis alami.
* Kegunaan: Dianggap sebagai "saus pelengkap," biasanya tidak digunakan untuk memasak tetapi lebih sering ditaburkan di atas sashimi, salad, atau bahan-bahan berkualitas tinggi untuk meningkatkan cita rasanya.
5. Shiro Shoyu (Kecap Putih)
* Karakteristik: Berasal dari Prefektur Aichi, memiliki warna kuning keemasan yang sangat terang dan transparan. Terbuat terutama dari gandum, dengan kandungan kedelai yang sangat rendah, dan melalui proses pematangan yang singkat. Memiliki rasa manis dan sedikit rasa kecap.
* Kegunaan: Digunakan ketika bumbu dibutuhkan tanpa mengubah warna bahan. Umumnya digunakan untuk masakan yang direbus, chawanmushi (puding telur kukus), sup, dan dashi (seperti kaldu mie).